fifty Tahun Lagi, Publik Akan Membicarakan Warisan Ranieri

Keberhasilan Claudio Ranieri membawa Leicester Town meraih gelar Premier League musim 2015-2016 akan dibicarakan sekitar fifty tahun nanti.

Hal tersebut disampaikan manajer Manchester Town, Josep Guardiola, menanggapi keputusan Leicester memecat Ranieri pada Kamis (23/2/2017).

“Saya terkejut. Dalam fifty tahun ke depan, publik akan membicarakan pencapaian Leicester. Pencapaian tersebut adalah warisan Ranieri,” kata Guardiola.

“Saya yakin dia akan kembali melatih. Dia akan mendapatkan pekerjaan lagi dan meraih prestasi,” tutur Pep menambahkan.

Ranieri memang telah menghadirkan keajaiban bagi Leicester. Dalam waktu semusim, pelatih asal Italia tersebut membawa Leicester untuk kali pertama meraih gelar juara Premier League.

Dia sukses memoles pemain yang awalnya “biasa” menjadi bintang seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N’golo Kante.

Pencapaian tersebut membuat Ranieri dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2016 versi FIFA.

Namun, Ranieri gagal membawa tim bersaing di Premier League musim ini. Tim berjulukan The Foxes tersebut terjun bebas ke papan bawah. Bayangkan saja, Jamie Vardy dan kawan-kawan menelan 14 kekalahan.

Akhirnya Leicester mengambil keputusan yang tidak populer yakni memecat Ranieri. Keputusan Leicester ini mendapatkan tanggapan minimal dari sejumlah pelatih dunia seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Jurgen Klopp, dan terakhir Guardiola.

Di sisi lain, Ranieri belum menyerah. Pelatih yang dijuluki The Thinker Gentleman tersebut menolak untuk pensiun. Dia malah berhasrat untuk menangani salah satu klub Premier League pada masa yang akan datang.

Sepeninggal Ranieri, Leicester untuk sementara dibesut Craig Shakespeare. Debut pelatih asal Inggris tersebut berujung manis karena Leicester meraih kemenangan 3-1 atas Liverpool, Senin (28/2/2017).

SHARE